Postingan

PERGI

Ini untuk kamu Kutulis kaku Agar kau tau Kamu akan rindu Besok kamu malam Aku sore senyap Bertemu dipersimpangan Saat matahari lenyap Kamu menyenangkan Kuharap tetap sama Dan aku semakin sadar Aku akan kehilangan Kau mengenalku sebagai pecandu Yang berbayang dalam rona hidupmu Tapi aku harap tidak mengenalmu Agar aku tak tau rasanya rindu -Mutiah Eka Rani, 17th

ISOLASI RASA

Aku ingin seperti ini saja Mencintaimu dalam diam Merindukanmu hingga jenuh Kau tak akan tahu Karna aku pun juga tak bisa Seakan aku baik baik saja Dengan perasaan semu Biarkan aku tetap menyandu Memiliki bayangmu dalam genggam Memilih untuk tidak menghiraukan Entah berapa kali aku menahan Tetap saja selalu terkesan Tidak mengapa untukku Karna aku lebih takut Kehilangan hadirmu Dalam setiap imajiku -Mutiah Eka Rani, 17th

MUSANG

Gambar
Siapa yang tak kenal musang Di hutan rimba ia dipuja Karena keelokan ahlinya Pernah sekali ia gagal Musang terlena Menutupi kesalahannya Diancam dirinya untuk melupakan Tak jua berapa sungai ia arungi Tetap saja ia kembali Tak peduli hewan lain ikut menjauh Acuh tak acuh dengan musang Melirik pun tak Sakit hati musang Hanya karna ia pernah jatuh Dengan cinta Hingga.. Hingga ia tiba di bibir tebing Terpana musang dari atas Melihat sekeliling begitu mendebar Semburat mentari senja Sangat lembut Tak jua berapa kali ia menahan diri Tetap saja selalu memikat hati Polos sekali hatinya berbisik Aku jatuh cinta Dilangkahkan kakinya ke ujung tebing Lalu pula ia lupa Semakin musang mengagumi Kendati musang harus menjauh Tapi tak ia lakukan Musang jatuh Kali ini bukan karna cinta Ia mengira mentari senja selalu indah hanya untuknya Lupa bahwa mentari senja pun selalu dijemput malam Kecewa musang karna terlalu buta Bahwa sesungguhnya.. Ia lah yang harus selalu m...

PENGUKIR PERANGAI

Gambar
Dipucuk pangkuan raksasa Hendak bertumpu dipadu karsa Berbilah sepatah kata Dimana daya percaya renta Wahai sesungguhnya yang tersesat Ku tuntun pun taulan tak kasat Bila perginya esok kebenaran Hendak tawakal kah hendak samaran? -Mutiah Eka Rani, 17th

JAKARTA HUJAN

Gambar
Langit ibukota bersedih Kini lebih deras selayaknya Gemericik bersenandung berisik Menyimpan penuh kisah Di setiap rintiknya Menyapu bersih kebohongan Kabut polutan penutup mimpi Lengang Bersama malam-malam Akan bertemu sang pagi Membuat makhluk siang pun rindu Karena kau tak kunjung bersedih -Mutiah Eka Rani, 17th

CERPEN: "Ditarik Waktu" (Part of "Hai, Ge.")

     Segelintir keluhan senja yang mulai menyingsing mewarnai lelahnya sore yang jingga, segerombolan angin menyerbu ketika ku naikan kecepatan motorku seperti di arena balapan. Masih saja kumemikirkan kejadian yang barusan terjadi disekolah disaat aku berusaha memfokuskan pikiranku kesatu arah. Lagi-lagi lampu merah menyegatku dijalan, kali ini aku memandangi seseorang perempuan paruh baya keluar dari sebuah warung kecil dipinggir jalan, dengan tertatih-tatih ia berusaha menggendong kembali barang bawaannya ke atas punggungnya. PING!!! Tiba-tiba aku dikejutkan oleh bunyi notifikasi hapeku yang kutaruh di kantung motor sebelah kiri. Belum sempat mengambil, aku sudah diserang oleh bunyi-bunyi yang lebih memekakan telinganku dan cukup membuatku panik, DINN! DIN!! Kutancapkan gas dengan menggumam “Nyoh nyoh pek-en kui jalanmu”* *kutipan tersebut berbahasa jawa kasar yang artinya “Nih, nih ambil saja semua jalanmu”      Debur...

Hai, Ge. [Edisi Klarifikasi]

Hai, readers! Untuk pembaca setia "Hai, Ge" dari Part 1 sampe Part 8, saya disini selaku penulis sangat berterimakasih-sebesar-besarnya karna kalian sudah sangat setia membaca karangan tergajelas 2015 saat itu hahaha. Maaf kalo cerita "Hai, Ge [Part 8]" -nya belum ada lanjutannya. Karna berbagai kendala dan ketika saya menulis yg Part 9 saya selalu nangis, iya nangis. Cengeng kan. Ada suatu masalah yg harus diceritakan tp tidak untuk diceritakan [mikir keras]. Jadi, sebenernya setelah Part 8 , saya sudah memposting yg Part 9, tetapi karna saya gakuat, saya hapus lagi di blog ini. Hehehe. Dan sebenarnya lagi saya sudah menulis "Hai, Ge" sampe pada Part 13 tapi semua belum mau saya posting, ada yang harus saya edit. Lalu, saya memutuskan untuk hiatus hingga waktu yang belum ditentukan. TAPI Kalian bisa ko baca karangan-karangan tergajelas saya 2016. Yg isinya galau galau itu loh, postingan sebelum ini memang saya sedikit puitis. Ada banyak judul, yang p...