Postingan

Menampilkan postingan dengan label tumblr

PENGUKIR PERANGAI

Gambar
Dipucuk pangkuan raksasa Hendak bertumpu dipadu karsa Berbilah sepatah kata Dimana daya percaya renta Wahai sesungguhnya yang tersesat Ku tuntun pun taulan tak kasat Bila perginya esok kebenaran Hendak tawakal kah hendak samaran? -Mutiah Eka Rani, 17th

PULANG

Hanya aku dan kisah ini Malam selalu mengerti Ia terlihat lebih sendu Seakan selalu tau resahku Mereka yang berkata tak pernah pergi Berkhianat pada akhir kisah ini Ketika buku telah ditutup Dan rasa ini telah redup Ketika aku berusaha menulis akhir bahagia Tapi aku selalu kehabisan tinta Dan sisanya selalu kau bawa pergi Aku pun menyadari Kalau kisah ini telah habis Di kala sang fajar mulai mengaung Dan matahari enggan bangun Embun yang tidur seakan terbang Bersama mimpi hanya angan-angan Aku bersedia menunggu Untuk membuka kisah baru ... Saat aku setia menunggumu bersama senja Dan kau akan pulang membawa jingganya -Mutiah Eka Rani, 17th

KABAR ILALANG

Bagaimana kabar ilalang Yang sejak kini masih terikat dikursi perasaan Aku tau ia masih layu Ia berbisik kecil kepadaku "Aku bahagia" Kendati ia tersenyum lalu menarik nafas dalam Aku tau ia berusaha memperbaiki luka Gagak yang tak bertanggung jawab Datang dengan anarkis Pergi jauh meninggalkan amis Tidak kembali Wahai ilalang Bukan hanya dirimu Tapi kesedihanmu Pahitnya, kau lupakan kebahagiaan yg tersisa Demi mengumpulkan sebagian yang telah pergi Apa kau belum bisa menerima? Angin yang kau jumpai kini resah Melihatmu sedih tak tentu arah Ilalang.. Jangan diam disini Cabut akarmu lalu pergilah Selalu ada ladang Sebagai wadah untuk memulainya kembali [Teruntuk yang diam-diam memberi inspirasi, Ilmadinda Shalaza] -Mutiah Eka Rani, 17th

SAAT AKU MEMILIKIMU

Hari-hari terasa lama Saat aku bersamamu Menghitung langkah kakiku Menghitung hari-hari bersamamu Mengharapkan akhir yang bahagia Saat aku mencintaimu Hujan di pelupuk mata Menguras seluruh tenaga Andai hati masih pantas Untuk mengatakan jangan pergi Berharap agar langit tak goyah lagi Mamaku khawatir Tapi, sumpah aku baik-baik saja Baik-baik saja Kau berikan aku langit yang biru Dan kau juga yang merubahnya Menjadi langit berhujan Aku hidup dalam permainan pokermu Kau ubah aturan sesukamu Bertanya-tanya siapakah dirimu Yang kuajak bicara ditelfon malam itu Kasih Cerminan dirimu itu aku Tapi kini aku tahu kau tlah pergi Tidakkah kau pikir Apa yang aku rasakan Selama aku mencintaimu Gadis bertopeng anak kecil Menangis Sepanjang kepergianmu Harusnya kau tahu Mungkin egoisku yang patut disalahkan Atau mungkin dirimu Dan segala kegilaanmu Berikan cinta lalu mengambilnya kembali Dan kau tambahkan namaku Kedaftar orang yang tak mengertimu Aku men...