Postingan

Menampilkan postingan dengan label Syair

CERPEN: "Ditarik Waktu" (Part of "Hai, Ge.")

     Segelintir keluhan senja yang mulai menyingsing mewarnai lelahnya sore yang jingga, segerombolan angin menyerbu ketika ku naikan kecepatan motorku seperti di arena balapan. Masih saja kumemikirkan kejadian yang barusan terjadi disekolah disaat aku berusaha memfokuskan pikiranku kesatu arah. Lagi-lagi lampu merah menyegatku dijalan, kali ini aku memandangi seseorang perempuan paruh baya keluar dari sebuah warung kecil dipinggir jalan, dengan tertatih-tatih ia berusaha menggendong kembali barang bawaannya ke atas punggungnya. PING!!! Tiba-tiba aku dikejutkan oleh bunyi notifikasi hapeku yang kutaruh di kantung motor sebelah kiri. Belum sempat mengambil, aku sudah diserang oleh bunyi-bunyi yang lebih memekakan telinganku dan cukup membuatku panik, DINN! DIN!! Kutancapkan gas dengan menggumam “Nyoh nyoh pek-en kui jalanmu”* *kutipan tersebut berbahasa jawa kasar yang artinya “Nih, nih ambil saja semua jalanmu”      Debur...

SYAIR BERANTAI

Urutan jejer: Defa pinggir kiri – Panca – Fadhila – Mutiah pinggir kanan Defa: Pada zaman dahulu kala Tersebutlah sebuah cerita Sebuah negeri yang aman sentosa Dipimpin sang raja nan bijaksana Panca: Raja tersebut bernama Panca Mempunyai dua belas orang anak Mendongengkan sebuah cerita Beginilah ceritanya Fadhila: Terkisah seorang pahlawan Ia berani dan gagah perkasa Manafkahi keluarganya Hingga sakinah mawadah dan warahmah ( Fadhila: Dia….. Mutiah: Adalah……. ) Mutiah: Papaku yang tersayang Rinduku tak kunjung hilang Menyelimuti bagai selendang Menunggumu pulang dari Padang *Defa dari ujung ngusir kita bertiga* Hus…hus.. *Panca Fadhila Mutiah ngeliatin Defa ^muka sinis^ terus langsung minggir* Iiiiiiihhhhh…. *Jadi cuma ada Defa di depan* *Yang lainnya minggir* Defa: Aku….bersekolah di SMA 6 Niat awalku untuk belajar Tetapi ketika aku melihat dia (Nunjuk Dema) Niatku menjadi mengerjarnya *Defa minggir dikit terus ngadep kearah pintu, acting mikir* *Mutiah maju ketengah* ...