Postingan

Menampilkan postingan dengan label cinta

ISOLASI RASA

Aku ingin seperti ini saja Mencintaimu dalam diam Merindukanmu hingga jenuh Kau tak akan tahu Karna aku pun juga tak bisa Seakan aku baik baik saja Dengan perasaan semu Biarkan aku tetap menyandu Memiliki bayangmu dalam genggam Memilih untuk tidak menghiraukan Entah berapa kali aku menahan Tetap saja selalu terkesan Tidak mengapa untukku Karna aku lebih takut Kehilangan hadirmu Dalam setiap imajiku -Mutiah Eka Rani, 17th

PULANG

Hanya aku dan kisah ini Malam selalu mengerti Ia terlihat lebih sendu Seakan selalu tau resahku Mereka yang berkata tak pernah pergi Berkhianat pada akhir kisah ini Ketika buku telah ditutup Dan rasa ini telah redup Ketika aku berusaha menulis akhir bahagia Tapi aku selalu kehabisan tinta Dan sisanya selalu kau bawa pergi Aku pun menyadari Kalau kisah ini telah habis Di kala sang fajar mulai mengaung Dan matahari enggan bangun Embun yang tidur seakan terbang Bersama mimpi hanya angan-angan Aku bersedia menunggu Untuk membuka kisah baru ... Saat aku setia menunggumu bersama senja Dan kau akan pulang membawa jingganya -Mutiah Eka Rani, 17th

TERAKHIR

Kala itu masih kuingat ekspresi wajahmu Menyala dalam gelap jam 12 tengah malam Hari yang penuh dengan kegembiraan Kita jadikan hal yang tak pernah dilupakan Kita bersama air mata Kata-kata yang kau bisikkan Hanya kita yang tahu Kau bilang kau mencintaiku Lalu mengapa kau pergi Jauh Saat itu musim penghujan Aku benar benar teringat Aroma hujan Segar di trotoar depan sekolah Demi aku Kau rela bermain bersama hujan Tanggal dua puluh bulan maret Detak jantungmu Terlihat di dadamu Masih kurasa dekapanmu Kita sangat bahagia Tapi kini aku kan duduk di lantai Sambil menatap empat kuntum bunga layu Yang kutahu hanyalah Aku tak tahu caranya menjadi sesuatu yang kau rindukan Tak pernah kukira akan ada tawa terakhir bersamamu Sebelum semuanya benar benar hangus dan terbakar Rasa kecewa Tak pernah kubayangkan kita kan berakhir seperti ini Aku sungguh ingat Ayunan langkahmu Kehidupan remaja, yang kau pamerkan lagi Dan kualihkan tatapan mataku dan lalu Kau tarik ...