Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita

KOTA BERLANGIT JINGGA SAAT MALAM ENGGAN TIDUR

Dibelenggu siang yang mengasah penat Masih saja asap jail mengepul diatas kota Kota berlangit oranye saat malam ini tidak pernah tidur Rembulan pun tak nampak senyumnya Bintang memilih diam dibalik panggung tirai polutan kota Purnama kedua belas tidak pernah sesedih ini Tengah malam tidak berarti bagi sang pengantar tidur Tidak berlaku bagi piawai ekonomi kelas dunia Yang masih mengumpulkan setetes harta bagi keturunan selanjutnya Beton beton berdiri kokoh seakan tak pernah goyah Membuat kota ini semakin terlihat sempit Kota ini kaku Mahal akan budaya, seperti sudah hilang Semoga hanya di ibu kota Angin malam tak pernah kulihat sedingin ini Ia pilu, diracuni Tapi kota ini penuh sejarah Jika kau tanya angin malam disini Ia siap menyampaikan kisahnya Kisah yang ia lalui selama ribuan dekade Tak pernah ia mau berbohong Karena ia yang paling jujur dikota yang fana ini Penuh kecurangan Petinggi, atasan, hingga karyawan Selalu beradu seakan ini medan sang petarung ...

Kepada: Daun yang Gugur (Aku Ingin Bercerita)

Untuk daun yang gugur Kepada awan yang menutupi sirna Aku ingin bercerita Sudah kucoba bersikap biasa Tetapi setiap kali aku melihatnya Yang kulihat hanyalah kehancuran Terbuka kembali plester dihati Terputar kembali kenangan Yang sudah sengaja aku lupakan Karna hanya membuat aku sakit Wahai daun yang jatuh Kalau ia cinta Mengapa ia pergi Kalau ia sayang Mengapa ia tak bisa menerima kekuranganku Mungkin ia befikir ia telah sepenuhnya mengerti aku Tetapi belum Ia berkata ia selalu mengerti aku Tetapi belum Dengan semua sikap yang telah ia lakukan Apa bisa dibilang ia mengerti aku? Tidak. Tidak. Ia hanya membuat plester dihati terbuka Untuk kesekian kalinya Dulu kukira Ia datang untuk perbaiki luka Hingga saatnya ia hanya menggantungkan luka Ia tidak benar-benar bisa memperbaiki luka Hanya membuat hati ini semakin rapuh Biarkan waktu yang menghitung kemampuanku Melupakannya -Mutiah Eka Rani, 17th